Pada awalnya Rasulullah S.A.W melarang sahabat untuk
menulis hadits, karena dikhawatirkan bercampur baur penulisannya dengan
Al-Qur'an. Perintah untuk menuliskan hadits yang pertama kali oleh khalifah Umar bin Abdul Azis. Beliau penulis surat kepada gubernur di madinah yaitu Abu
Bakar bin Muhammad bin Amr Hazm Al-Alsory untuk membukukan hadits. Sedangkan
ulama yang pertama kali mengumpulkan hadits adalah Arroby bin Sobiy dan Said
bin Abi Arobah. Akan tetapi pengumpulan hadits tersebut masih acak (tercampur antara yang
sohih dengan dhoif, dan perkataan para sahabat).
Pembagian hadits yang
ternyata dilihat dari berbagai tinjauan dan berbagai segi pandangan, bukan
hanya dari satu segi pandangan saja. Dan dalam makalah ini akan
dikemukakan pembagian hadits ditinjau dari segi kualitas sanadnya.
Selanjutnya pembahasan Disini
Komentar
Posting Komentar