Fatimiyah
merupakan Dinasti Syi’ah Isma’iliyah yang pendirinya adalah Ubaidillah al-
Mahdi yang datang dari Syiria ke Afrika Utara yang menisbahkan nasabnya sampai
ke Fatimah putri Rasulullah dan isteri Khalifah keempat Ali bin Abi Thalib.
Karena itu menamakan Dinasti Fatimiyah (Hoeve, 1994: 8). Namun kalangan Sunni
mengatakan Ubaidiyun. Konsep yang digunakan adalah Syi’ah radikal Isma’iliyah
dengan doktrin- doktrinnya yang berdimensi politik, agama, filsafat, dan
sosial. Serta para pengikutnya mengharapkan kemunculan al–Mahdy Ubaidillah
dengan dukungan kaum Barbar, pertama dapat mengalahkan Gubernur- Gubernur
Aghlabiyah di Ifriqia, Rustinia Khoriji di Tahar dan menjadikan Idrisiyah Fez
sebagai bawahannya, saat pemerintah pertama kali ialah di al-Mahdiyah sekitar
Qairawan yang kemudian Fatimiyah mengembangkan sayapnya ke daerah sekitarnya
serta menduduki Mesir yang kemudian mendirikan kota baru yang diberi nama Kairo
al-Qohirah “yang berjaya” atas prakarsa jenderal Jauhar Alsigili.
Dalam
bersaing dengan pemerintahan Abbasiyah, Fatimiyah memindahkan ibukotanya dari
al-Mahdi ke Kairo. Dan Juga memberi gelar kepada Khalifah-Khalifah Fatimiyah
sebagai Khalifah sejati. Begitu juga dia menyebarkan dai-dainya keluar Mesir yang
mereka itu lulusan dari Universitas al-Azhar. Pada masa pemerintahan Fatimiyah
timbul perang Salib dan muncul gerakan-gerakan Syi’ah yang ekstrim yang disebut
Druze yang dipimpin oleh Darazi (Bosworth, 1993: 71).
A.
Sejarah Munculnya Dinasti Fatimiyah
Mengungkap
tentang sejarah munculnya dinasti Fatimiyah yang beraliran Syi’ah Isma’iliyah,
tidak akan terlepas dari gerakan-gerakan Syi’ah yang muncul sebelumnya. Gerakan
Syi’ah Isma’iliyah ini muncul sejak berdirinya pemerintahan Abbasiyah dengan
menggunakan dua model gerakan:
1.
Gerakan militan (sembunyi-sembunyi)
Gerakan militan ini dipelopori oleh Abdullah ibn Syi’i
dengan berusaha mendekati jama’ah haji yang berasal dari Tunisia, khususnya
suku Kitamah dan berusaha memasukkan propaganda ajaran Isma’iliyah. Dia
kemudian berhasil mempengaruhi para jama’ah haji tersebut sehingga dia ikut
pulang ke Tunisia.
2.
Gerakan frontal (terang-terangan)
Sukses gemilang yang diraih oleh Abdullah al-Syi’i di wilayah Tunisia, mendorongnya
melakukan perlawanan terhadap dinasti Aghlabiah. Kemudian pada tahun 909 M.,
dia memproklamirkan Sa’id ibn al-Husain sebagai khalifah dengan gelar al-imam
Ubaidillah al-Mahdi dengan Raqadah sebagai pusat ibu kota.[1]
Dengan
demikian, Dinasti Fatimiyah berdiri di Tunisia (Afrika Utara) pada tahun 909 M
dibawah pimpin Sa’id ibn al-Husain setelah mengalahkan
dinasti Aghlabiah di Sijilmasa. Terbentuknya dinasti Fatimiyah pada saat itu
menyebabkan Islam di bawah tiga penguasa yaitu: khalifah Abbasiyah di Bagdad,
khalifah Umayyah di Cordova dan khalifah Fatimiyah di al-Mahdiah.[2]
Selama
berkuasa dari tahun 909 M. hingga tahun 934 M, Ubaidillah membuktikan dirinya
sebagai penguasa yang mampu dan berbakat. Dua tahun pasca menjadi penguasa
tertinggi, dia membunuh panglima dakwahnya yaitu Abdullah al-Syi’i. Setelah
itu, dia memperluas kekuasannya sampai hampir
meliputi seluruh wilayah Afrika, mulai dari Maroko yang dikuasai Idrisiyah
hingga perbatasan Mesir. Pada tahun 914, dia berhasil menguasai Iskandariyah,
dua tahun berikutnya Delta berada dalam kekuasaannya. Kemudian dia mengirimkan
seorang gubernur Baru dari suku Kitamah ke Sisilia dan menjalin pertemanan
dengan pemberontak Ibn Hafshun di Spanyol. Malta, Sardinia, Corsica, Balearic
dan pulau-pulau lainnya pernah merasakan kedahsyatan armada yang diwarisi dari
dinasti Aghlabiah.[3]
Pasca
wafatnya Ubaidillah, pemerintahan diambil alih oleh puteranya yaitu Abu
al-Qasim Muhammad al-Qaim yang berkuasa dari tahun 934 M. hingga 946 M.
kebijakannya lebih difokuskan pada upaya penyerbuan dan perluasan wilayah
kekuasaan. Oleh karena itu, pada tahun 935, dia mengirim armada untuk menyerbu pantai utara Prancis, menguasai
Genoa dan sepanjang pesisir Calabria dan berusaha menaklukkan Mesir akan tetapi
tidak berhasil.[4]
Kemudian dilanjutkan oleh puteranya al-Manshur pada tahun 946-952
M.
Penaklukkan
Mesir berhasil dilakukan oleh cucu al-Qaim yaitu Abu Tamim Ma’ad al-Mu’iz yang berkuasa pada tahun 952-975 M. Penyerbuan
ke Mesir itu dilakukan dengan dalih untuk melindungi kaum Syi’ah yang di sana
dengan mengirimkan seorang panglima Jendaral Jawhar al-S}iqilli>
berkebangsaan Sisilia atau Yunani, sekaligus untuk merebut kekuasaan dari
tangan gubernur Abbasiyah Abu> al-Khawa>rij pada tahun 969 M.[5]
Sejak
kemenangannya atas ibu kota Fusthat pada tahun 969, Jawhar kemudian mendirikan
Masjid Agung al-Azhar yang dikemudian
hari berkembang menjadi universitas dan membuat markas baru dengan nama
al-Qahirah. Sejak 973 M., kota ini kemudian menjadi pusat kota dinasti
Fatimiyah. Pada tahun yang sama (969 M.), setelah merasa kedudukannya di Mesir
kokoh, Jawhar melirik negara tetangganya Suriah dan berhasil menaklukkan kota
Damaskus.
Makalah lengkapnya bisa didownload Disini
Islamiyah,1998M.)
hal. 259.
[2] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam II, (Cet.II;
Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1994), hal. 76.
R.Cecep Lukman Yasin dkk, History of the
Arabs, Cet. I, ( Jakarta: Serambi Ilmu Semesta IKAPI), 1429H./2008 M.) hal.
789.

Casino, Hotel & Racetrack | Mapyro
BalasHapusCasino, Hotel & Racetrack, Las Vegas, NV. 2574 Highway 부천 출장샵 50, Las Vegas, 파주 출장마사지 NV 의정부 출장샵 89109. Directions · (702) 770-3440. Call Now · 양주 출장샵 More Info. Hours, Accepts Credit Cards, Parking. Rating: 3.6 · 13 reviews · 하남 출장마사지 Price range: $$How is Casino, Hotel & Racetrack rated?What days are Casino, Hotel & Racetrack open?