Sejarah Al-Khulafaur Ar-Rasyidin


Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW status sebagai Rosulullah tidak dapat diganti oleh siapapun, tetapi kedudukan beliau yang kedua sebagai pimpinan kaum muslimin harus segera ada gantinya. Orang itulah yang dinamakan “Khali@fah”.
Abu Bakar menduduki urutan pertama dari empat khali@fah awal (Al-Khulafa’ Ar-Rasyidu@n). Ketiga khali@fah berikutnya secara berturut-turut adalah Umar, Uthman, dan Ali bin Abi Thalib. Masa keempat khali@fah itu merupakan masa ketika teladan kehidupan Nabi Muhammad SAW masih berpengaruh besar pada sikap dan perilaku para pemimpin muslim. Selain itu, keempat khali@fah itu juga merupakan sahabat dekat dan kerabat Nabi.[1]
Definisi khali@fah, menurut logat berarti: Wakil. Menurut Istilah, berarti orang yang dipilih oleh jama’ah untuk menjadi pemimpin mereka. Khali@fah menurut sejarah ialah: Kepala Pemerintahan Islam pada zaman sahabat, yaitu dengan bai’at sebagai pernyataan setia dari penduduknya dengan jalan pilihan. Sesudah masa sahabat, sebutan khali@fah dipergunakan untuk sebutan kepala pemerintahan tetapi tidak melalui pilihan (kerajaan). Sebutan khali@fah menurut sejarah telah berakhir dengan berakhirnya Khali@fah Uthma@niyyah dari Turki.[2]
Makalah berikut ini akan mencoba menelusuri realitas kekhali@fahan pada masa Khulafa’ Ar-Rasyidu@n. Dalam kaitan ini tentu saja akan dikemukakan tentang konteks historis, sistem pemilihan, ekspansi wilayah, kebijakan politik, dan tantangan internal dan eksternal yang dihadapi oleh masing – masing khali@fah. Dengan fokus pembahasan yang demikian, diharapkan akan dapat diketahui sejarah peradaban Islam pada masa Al-Khulafa’ Ar-Rasyidu@n.
Makalah lengkapnya bisa download Disini

[1] Philip K. Hitti, History of the Arabs (Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta, 2010), 176.
[2] Syukri Ghozali, Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (Jakarta: Bidang Aqidah dan Aliran Keagamaan, 1978), 36.

Komentar